Tuesday, 8 November 2016

Masakan favorit buatan dari ibu

02:26


Apa masakan yang paling anda sukai ?, masakan yang paling anda nanti saat berangkat atau pulang dari suatu tempat. Pastinya masakan yang anda suka tersebut dibuat oleh Ibu anda. Dari sekian banyak masakan yang ada di nusantara pastinya ada salah satu yang merupakan makanan favorit yang sangat anda suka. Masakan yang sangat saya suka adalah Ikan Balado. Segala jenis ikan saya suka, tetapi ikan favorit yang biasa dimasak balado oleh ibu saya adalah Ikan selar balado. Berikut ini bahan – bahan dan langkah yang diperlukan dalam membuat masakan tersebut :
Bahan-bahan
  1. 100 gram cabe hijau keriting
  2. 10 siung bawang merah
  3. 2 siung bawang putih
  4. 50 gram teri medan
  5. 1 buah tomat hijau
  6. 4 biji asam jawa
  7. secukupnya garam dan gula
  8. minyak goreng
Langkah
  1. Goreng teri sampai kering dan tiriskan
  2. Uleg cabe hijau agak kasar
  3. Iris bawang merah dan tumis dengan api sedang hingga harum
  4. Masukkan cabe yg sudah di uleg ke tumisan bawang merah
  5. Iris tomat dadu lalu masukkan ke tumisan
  6. Larutkan asam dengan 3 sdm air, masukkan airnya ke dalam tumisan
  7. Masukkan garam dan gula
  8. Masukan ikan selar
  9. Aduk, sampai matang, jika kering tambahkan minyak goreng, angkat dan siap dinikmati



Gap Sosial Ekonomi di dalam Pertemanan

02:25


GAP sosial ekonomi di dalam pertemanan

GAP dapat diartikan kesenjangan. Kesenjangan di sosial ekonomi yang ada dalam pertemanan berarti adanya (kesenjangan) jarak atau pemisah yang menjauhkan (memisahkan) pertemanan dalam kehidupan sosial ekonomi. Hal ini cenderung disebabkan karena nilai taraf hidup yang berbeda yang ada di dalam pertemanan antar teman. Seperti misalnya A adalah siswa yang memiliki taraf hidup yang tinggi dan B adalah siswa yang memiliki taraf hidup lebih rendah dari A, kemudian suatu saat A tidak mau berteman dan menjauhi B, karena B adalah anak yang miskin. Ironis, padahal di dalam konteks pertemanan, arti pertemanan sebenarnya adalah seperti halnya simbiosis mutualisme (masing – masing pihak di untungkan) sesama teman saling membantu saat suka maupun duka, berbeda tetapi tetap satu. Jika setiap manusia memegang teguh prinsip ini, tidak akan ada yang namanya kesenjangan sosial di dalam kehidupan sosial ekonomi.

C.I.N.T.A

02:24


Cinta ? apakah cinta itu?
Cinta merupakan bentuk perasaan manusia yang diberikan oleh Tuhan. Bentuk dari apa yang sangat ia kagumi dan sayangi melebihi rasa sayang terhadap dirinya sendiri baik berupa cinta terhadap manusia, profesi (pekerjaan), benda (kesayangan), hewan,  dan tentu saja cinta terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Kata cinta, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cinta merupakan wakil dari perasaan kasih, sayang, atau rindu yang sangat dalam. Namun dalam konteks atau kadar kalimat tertentu, ia bisa juga mewakili perasaan sedih.
Cinta adalah salah satu sumber kekuatan unik dalam diri manusia. Ia menjadi tenaga penggerak hati dan jiwa yang akan menghasilkan sikap, perbuatan dan perilaku manusia.
Cinta mempengaruhi kehidupan umat manusia karena cinta mendatangkan  kebahagia, perasaan duka. Cinta itu penuh dengan pengorbanan, kepahitan, keindahan serta kehangatan. Cinta adalah sebuah keinginan untuk memberi tanpa harus meminta apapun, namun cinta akan menjadi lebih indah jika keduanya saling memberi dan menerima, sehingga kehangatan, keselarasan dan kebersamaan menjalani hidup dapat tercapai. Cinta adalah kata yang memiliki banyak makna, bergantung bagaimana seseorang  menempatkannya dalam kehidupannya.
Cinta itu sendiri bersifat tidak dapat dipaksakan, karena cinta tidak datang dengan sendirinya. Cinta akan dapat berjalan apabila ke dua belah pihak saling mencintai. Cinta tidak dapat berjalan apabila mereka mementingkan diri sendiri. Karena dalam suatu hubungan sepasang kekasih, pasangan menginginkan suatu perhatian lebih dan itu hanya bisa di dapat dari pengertian pasangannya. Cinta pada sepasang manusia hakikatnya ada agar manusia tersebut saling menyayangi, mengasihi, memiliki, saling memenuhi satu sama lain, saling pengertian dan lainnya.
Cinta adalah suatu perasaan terdalam manusia yang membuatnya  dapat rela mengorbankan apa saja demi sesuatu yang dicintainya, dengan tulus dari hati dan tidak mengharapkan balasan apapun. Cinta tidak dapat diukur dengan suatu materi atau kekayaan yang berasal dari dunia fana ini. Karena cinta itu suci dan murni dan merupakan bentuk ketulusan dari hati seseorang. Banyak para ahli mengatakan Cinta terbesar itu adalah cinta dari seorang ibu kepada anak - anaknya.
Cinta adalah perasaan hangat, perasaan yang mampu membuat seseorang yang putus asa akan kehidupan dan merasakan dinginnya kesepian dapat merasakan hangatnya kebersamaan, menjadikan ia lupa akan kesedihan yang pernah ia jalani, menyadari betapa berharganya hidup yang ia jalani, dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk ia lindungi dan sebagai alasan untuk tetap dapat bertahan (menjalani) hidup. Cinta tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga daripada harta karun termahal yang ada di dunia.



Cinta itu buta kenapa?
Karena cinta ada dan tumbuh dalam diri seseorang, seseorang yang sedang jatuh cinta tidak memandang segala kekurangan yang ada pada diri pasangannya, justru melihat kekurangan sebagai kelebihan dari apa yang dimiliki pasangannya, baik itu rupa, sifat & karakteristik, pembawaan diri, pendirian, prinsip dan juga jati diri seseorang. Karena sebaik apa pun rupa manusia, layaknya bunga pasti akan layu juga. Cinta itu dapat menyebabkan orang buta akan segalanya hanya karena rasa sayang yang teramat dalam terhadap pasangannya.
Dari mana ia datang?
ada sebuah pantun mengatakan yang isinya; “dari mana punai melayang, dari sawah turun ke kali, dari mana kasih sayang, dari mata turun ke hati.” Umpamanya seperti seorang pemuda yang tidak tau apa itu cinta berjalan di sebuah taman kemudian ia melihat wanita yang sangat menarik belum pernah ada wanita yang begitu menarik seperti ini sebelumnya terlintas di pikirannya. Secara tidak sadar wanita tersebut merupakan kriteria yang ia idamkan dalam pikiran bawah sadarnya sehingga terbentuk lah perasaan yang suka dan kagum terhadap apa yang ia lihat barusan. Perasaan yang membawa kegelisahan (galau) yang berlebih menyebabkan kurangnya nafsu makan, tidak bisa tidur, sering bengong, bisa dibilang hal ini merupakan sebuah penyakit cinta sehingga dokter dan dukun pun tak mampu menjawab apa penyakit yang di derita pasiennya hehe.
Cinta itu merupakan perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya yang disebabkan karena suatu ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, rupa, kepribadian, sikap, pembawaan, pendirian dan lain lain). Namun diperlukan pengertian dan saling memahami  dalam berpasangan untuk dapat melanjutkan hubungan, sebagai pasangan haruslah saling dapat menutupi kekurangan masing-masing dan mau menerima pasangannya apa adanya, tanpa adanya suatu pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi suka maupun duka bersama.
Kapan ia muncul ?
Cinta itu adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Cinta muncul pada saat-saat yang tidak disadari oleh manusia (kecuali manusia tersebut memang bertekad mencintai sesuatu yang belum dicintainya). Terkadang cinta sudah lama timbul tetapi orang-orang yang mengalaminya tidak sadar akan hal itu. Secara harfiah manusia terlahir memiliki rasa cinta. Sehingga cinta ada dan melekat pada diri setiap manusia normal, merupakan bagian dari hati sanubari yang hakikatnya merupakan lubuk manusia yang paling dalam. Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, bila cinta tak terbalaskan, akan merasa bahwa dirinya adalah orang paling malang dan kehilangan gairah akan kehidupan. Dengan cinta, manusia bisa belajar untuk menghargai sesamanya, serta berusaha untuk melindungi segala sesuatu yang di cintainya.

Monday, 10 October 2016

Kisah Drona

19:26


Drona merupakan salah satu tokoh pewayangan dalam kisah mahabarata. Ia lahir di kota yang sekarang disebut Dehradun (dehradon atau guci tanah liat) dalam keluarga Brahma dan merupakan putera dari pendeta Bharadwaja.

            Drona digambarkan sebagai orang yang berjanggut, bermata sipit, berpakaian seperti pedeta. Drona memiliki watak tinggi hati, congkak, sombong, bengis, tetapi memiliki kecerdikan dan kecapakan juga memiliki kesaktia yang luar baisa serta sangat mahir dalam berperang. Karena kesaktian dan kemahirannya dalam hal militer.

Drona dalam masa mudanya hidup dalam kemiskinan, dan mengisi waktunya untuk belajar agama dan militer bersama dengan Drupada, pangeran dari kerajaan Panchala Drona juga diajarkan ilmu militer oleh parasurama. Drupada sendiri merupakan teman masa kecil dari Drona. Pada masa kecil Drupada pernah menjanjikan Drona setengah dari kekayaan jika Ia diangkat menjadi raja Panchala. 

Drona menikah dengan Krepi, adik Krepa, guru dari kerajaan Hastinapura. Dari hasil pernikahan mempunyai putera bernama Aswatama. Karena demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya Drona berusaha ingin terbebas dari kemiskinan dan teringat pada janji Drupada. Kemudian ia memohon pertolongan kepada Drupada. Tetapi sang raja mengingkari janjinya dan memperlakukan Drona dengan semena-mena. Dan timbul rasa dendam pada dirinya.

Drona berangkat ke Hastinapura dengan harapan dapat mendirikan sekolah seni militer bagi para pangeran muda dengan meminta pertolongan Raja Dretarastra. Pada suatu hari, ia melihat para Korawa dan Pandawa yang sedang mengelilingi sumur. Ia bertanya kepada mereka tentang apa yang terjadi, dan Yudistira, si sulung, menjawab bahwa bola mereka jatuh ke dalam sumur dan mereka tidak mengerti cara mengambilnya kembali.

Drona tertawa, dan menasihati mereka karena tidak mampu menghadapi masalah yang sepele. Yudistira menjawab bahwa jika Sang Brahmana (Drona) mampu mengambil bola tersebut maka Raja Hastinapura pasti akan memenuhi segala keperluan hidupnya. Pertama Drona melempar cincin kepunyaannya, mengumpulkan beberapa mata pisau, dan merapalkan mantra Weda. Kemudian ia melempar mata pisau ke dalam sumur seperti tombak. Mata pisau pertama menancap pada bola, dan mata pisau kedua menancap pada mata pisau pertama, dan begitu seterusnya, sehingga membentuk sebuah rantai. Perlahan-lahan Drona menarik bola tersebut dengan tali.

Dengan keahliannya yang membuat Para Korawa dan Pandawa sangat terkesima, Drona merapalkan mantra Weda sekali lagi dan menembakkan mata pisau itu ke dalam sumur. Pisau itu menancap pada bagian tengah cincin yang terapung kemudian ia menariknya ke atas sehingga cincin itu kembali lagi. Karena terpesona, para bocah membawa Drona ke kota dan melaporkan kejadian tersebut kepada Bisma, kakek mereka.

Bisma segera sadar bahwa dia adalah Drona, dan dengan keberaniannya telah memberi contoh, Bhisma kemudian menawarkan agar Drona mau menjadi guru bagi para pangeran Kuru dan mengajari mereka seni peperangan. Kemudian Drona membangun  sekolah di dekat kota, dimana para pangeran dari berbagai kerajaan di sekitar negeri datang untuk belajar di bawah bimbingannya.

Saat para Korawa dan Pandawa menamatkan pendidikannya, Drona menyuruh agar mereka menangkap Raja Drupada yang memerintah Kerajaan Panchala dalam keadaan hidup-hidup. Duryodana, Dursasana, Wikarna, dan Yuyutsu mengerahkan tentara Hastinapura untuk menyerang Kerajaan Panchala, sementara Pandawa pergi ke Kerajaan Panchala tanpa pasukan perang. Arjuna menangkap Drupada serta membawanya ke hadapan Drona. Drona sesuai janji Drupada pada masa mudanya,  mengambil separuh dari wilayah kekuasaan Drupada, dan separuhnya lagi dikembalikan kepada Drupada.

Drupada tidak bisa menerima perlakuan Drona. Dengan dendam membara, Drupada melaksanakan persembahan agar dianugerahi seorang putera yang akan membunuh Drona dan seorang puteri yang akan menikahi Arjuna. Maka, lahirlah Drestadyumna, yang nantinya akan menjadi pembunuh Drona dalam perang Bharatayuddha.

Drona meninggal di tangan Drestaymma yang merupakan kakak drupadi dengan memenggal kepalanya saat perang Bharatayuda berlangsung.

About Us

Recent

Random